Subnetting IPV6 Sesuai RFC
1.Subnetting
Menurut Meilinaeka (2023) subnetting adalah pembagian dari IP jaringan. Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan disebut subnetting. Semua komputer yang termasuk dalam sebuah subnet dialamatkan dengan bit-group umum, identik, dan paling signifikan dalam alamat IP mereka. Hal ini menyebabkan pembagian logis dari alamat IP ke dua bidang, jaringan atau routing prefix dan sisa field atau pengenal host. Field sisanya adalah pengidentifikasi untuk host tertentu atau antarmuka jaringan.
Menurut Kantinit (2023) Subnetting adalah upaya atau proses untuk memecah sebuah jaringan dengan jumlah host yang cukup banyak, menjadi beberapa jaringan dengan jumlah host yang lebih sedikit. Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B, dan C yang sudah diatur. Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP Address yang mewakili ID dan bagian mana yang diwakili host ID.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa subnetting adalah proses membagi sebuah jaringan besar menjadi beberapa jaringan yang lebih kecil dengan tujuan untuk mengoptimalkan penggunaan alamat IP dan meningkatkan efisiensi pengelolaan jaringan. Subnetting tidak hanya membagi alamat IP menjadi dua bagian, yaitu jaringan dan host, tetapi juga memungkinkan penggunaan yang lebih fleksibel dari alamat IP 32-bit tanpa terikat oleh batasan kelas IP tradisional. Dengan demikian, subnetting membantu dalam memperluas skala jaringan dan mengatasi keterbatasan alokasi.
-Tujuan Subnetting
Adapun tujuan dari subnetting sebagai berikut.1. Untuk mengefisienkan pengelamatan (misal untuk jaringan yang hanya mempunyai 10 host, kalau tidak menggunakan kelas C saja terdapat 254 -10 = 244 alamat yang tidak terpakai).
2. Membagi satu kelas network atau sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan mejadi beberapa bagian yang lebih kecil.
3. Menentukan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
4. Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringa supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.
5. Mengatasi masalah perbedaan hardware yang digunakan dalam suatu jaringan, karena router IP hanya dapat mengintegrasikan barbagai network dengan hardware berbeda jika setiap jaringan memiliki address jaringan yang unik.
6. Untuk mengatasi masalah perbedaan hardware dengan topologi physical jaringan.
7. Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu jaringan.
-Fungsi Subneting
Berikut adalah beberapa fungsi subnetting yang lebih rinci:1. Efisiensi Penggunaan Alamat IP: Salah satu fungsi utama adalah menghemat penggunaan alamat IP. Tanpa subnetting, setiap jaringan harus memiliki jaringan terpisah dengan alamat IP unik. Dengan subnetting, kamu dapat membagi jaringan besar menjadi segmen yang lebih kecil, sehingga alamat IP dapat digunakan secara lebih efisien. Ini sangat berguna dalam menghadapi kelangkaan alamat IP, terutama dengan pengenalan IPv6 yang terbatas.
2. Pengelolaan Lebih Mudah: Membantu dalam mengorganisasi jaringan dengan lebih baik. Kamu dapat memberikan alamat IP yang logis ke berbagai bagian dari jaringan, seperti departemen atau lokasi geografis yang berbeda. Ini membuat manajemen jaringan menjadi lebih terstruktur dan mudah dipahami.
3. Isolasi Lalu Lintas: Memungkinkan kamu untuk mengisolasi lalu lintas dalam sub-jaringan tertentu. Misalnya, kamu dapat memisahkan lalu lintas antara departemen atau aplikasi yang berbeda. Ini membantu dalam mengendalikan lalu lintas dan mencegahnya menyebar ke seluruh jaringan.
4. Keamanan: Dapat digunakan sebagai lapisan pertahanan tambahan dalam keamanan jaringan. Kamu dapat memasang firewall atau perangkat keamanan lainnya di antara sub-jaringan untuk mengawasi dan mengontrol lalu lintas yang masuk dan keluar. Jika ada serangan, subnetting dapat membantu dalam mengisolasi dan mengendalikannya dengan lebih baik.
5. Optimasi Kinerja: Dapat mengoptimalkan kinerja jaringan. Misalnya, kamu dapat membagi lalu lintas ke beberapa jalur yang berbeda, mengurangi beban jaringan dan meningkatkan kecepatan akses. Ini penting terutama dalam lingkungan bisnis yang memerlukan jaringan yang cepat dan kamu.
6. Pengurangan Kesalahan Alamat: Membantu mengurangi risiko kesalahan alamat IP. Dengan mengatur alamat IP berdasarkan pola yang terstruktur, mudah untuk mengidentifikasi masalah jika ada kesalahan konfigurasi, sehingga mempercepat proses perbaikan.
7. Skalabilitas: Memungkinkan jaringan untuk berkembang dan disesuaikan dengan lebih baik dengan pertumbuhan organisasi. Kamu dapat menambahkan atau mengubah subnet dengan relatif mudah tanpa mempengaruhi seluruh jaringan.
8. Pemahaman yang Lebih Baik: Mendorong pengelola jaringan untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang struktur dan pengaturan jaringan. Ini membantu dalam perencanaan, perawatan dan pemecahan masalah jaringan yang efektif.
2.IPV6
Menurut Muhammad maulana (2023) IPv6 Adalah : Pengertian, Kelebihan dan Kekurangannya – Di dalam perkembangannya, IP Address atau Internet Protocol Address dibagi jadi 2 versi, yaitu IPv6 dan IPv4. Internet Protocol versi 6 merupakan versi alamat IP yang terbaru dan dikembangkan oleh Engineering Task Force atau IETF yang jadi penerus IPv4. Internet Protocol versi 6 menyediakan address pool maupun kumpulan alamat IP yang lebih besar jadi lebih banyak perangkat serta pengguna yang bisa terhubung dengan internet.
Menurut Mirza M. Haekal (2021) IPv6 (Internet Protocol version 6) adalah versi IP address yang menggunakan 128 bit. Ia terdiri dari delapan kumpulan angka dan huruf yang masing-masing merupakan representasi desimal 16 angka biner. Contoh IPv6 adalah 2001:cdba:0000:0000:0000:0000:3257:9652. Atau, bisa ditulis lebih singkat 2001:cdba::3257:9652. Dengan sistem 128 bit, ia dapat memiliki kombinasi hingga 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 alamat! Wow Tak heran, ia digadang-gadang akan menggantikan IPv4 yang hanya terbatas 4,29 miliar IP address saja. Jadi, jika kebutuhan IP semakin meningkat, tak perlu khawatir akan kehabisan IP address. Sayangnya, saat ini penggunaannya masih 35% saja di seluruh dunia. Artinya, masih cukup banyak yang setia dengan IPv4.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa IPv6 (Internet Protocol versi 6) adalah versi terbaru dari alamat IP yang dikembangkan sebagai penerus IPv4. IPv6 menggunakan 128 bit dan terdiri dari delapan kumpulan angka dan huruf, memungkinkan untuk menyediakan kombinasi alamat IP yang sangat banyak, hingga 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 alamat alamat. Dengan kumpulan alamat yang lebih besar, IPv6 memungkinkan lebih banyak perangkat dan pengguna untuk terhubung ke internet tanpa khawatir kehabisan alamat IP, berbeda dengan IPv4 yang hanya mampu menyediakan 4,29 miliar alamat. Namun, meskipun menawarkan banyak keunggulan, penerapan IPv6 di seluruh dunia masih relatif rendah, sekitar 35%, sementara banyak pengguna masih setia menggunakan IPv4.
-Kelebihan IPv6
Salah satu kelebihan IPv 6, yaitu memiliki lebih banyak ketersediaan alamat IP yang unik. Tak hanya itu saja, adapun kelebihan IPv6 adalah sebagai berikut:
- Lebih cepat. Jika dibandingkan dengan IPv4, internet protocol versi 6 memiliki kecepatan yang lebih baik. Pasalnya, versi satu ini telah didukung oleh fitur multicast yang memungkinkan aliran paket bandwidth-intensive bisa dikirimkan ke beberapa tujuan secara bersamaan dalam satu waktu
- Lebih aman. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, internet protocol versi 6 telah dilengkapi dengan sistem keamanan berupa enkripsi data yang bisa menjaga kerahasiaan data. Di samping itu, sistem keamanan IP versi 6 juga mendukung integrasi data
- Konfigurasi mudah. Proses konfigurasi IPv 6 dilakukan secara otomatis menggunakan sistem renumbering atau penomoran ulang
- Bandwidth lebih hemat. Fitur multicast IP versi 6 tidak hanya bisa meningkatkan kecepatan jaringan, tapi juga menghemat bandwidth. Hal ini dikarenakan, fitur multicast memungkinkan pertukaran data bisa dilakukan secara bersamaan
- Proses routing lebih efektif. Proses routing internet protocol versi 6 lebih efektif karena ukuran routing table-nya lebih sedikit dibandingkan IPv4
- Cocok digunakan untuk perangkat mobile. Hal ini dikarenakan koneksi IP versi 6 tidak perlu melewati NAT, sehingga prosesnya akan lebih cepat
-Kekurangan IPv6
Meski IP versi 6 menawarkan banyak kelebihan, proses migrasi dari penggunaan IPv4 ke internet protocol versi 6 belum dilaksanakan secara maksimal. Bahkan, versi IP address satu ini juga belum banyak diadopsi.
Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan, internet protocol versi 6 memiliki sejumlah kekurangan yang menghambat proses adopsi tersebut.
Adapun kekurangan IPv6 adalah sebagai berikut:
- Tren peralihan yang lambat. Sejauh ini, adopsi internet protocol versi 6 di dunia masih berada di angka 36%.
- Sistem komunikasi. Mesin IPv6 dan IPv4 tidak bisa saling berkomunikasi secara langsung. Kedua versi IP address ini membutuhkan teknologi canggih untuk menjembatani komunikasi mereka.
- Kompatibilitas masih belum maksimal. Infrastruktur jaringan IPv 6 masih belum menyeluruh, sehingga kebanyakan perangkat elektronik masih menggunakan IPv4
-Jenis-Jenis IPv6
Secara umum, alamat internet protocol versi 6 memiliki 3 jenis utama. Adapun di antaranya yaitu, anycast addresses, multicast address, dan unicast addresses. Berikut penjelasannya.
- Anycast addresses. Jenis satu ini bertugas untuk mengatur interface node yang berbeda-beda
- Multicast addresses. Jenis ini merepresentasikan kumpulan perangkat IP. Jenis multicast addresses ini hanya bisa digunakan sebagai tujuan datagram saja
- Unicast Addresses. Jenis satu ini bertugas mengidentifikasi node unik dalam jaringan. Biasanya jenis ini merujuk pada satu pengirim atau satu penerima
3.Subnetting IPV6
subnetting IPv6 bisa lebih mudah dari IPv4. Bagaimana bisa? Karena penulisannya pakai hex, itu yang bikin gampang. Iya, jadi hex itu malah mempermudah, karena subnetting itu tidak lepas dari bit bilangan biner, sedangkan satu karakter heksadesimal sama dengan 4 bit biner. Saya ulangi lagi, Satu karakter heksadesimal sama dengan 4 bit biner
Contoh biner 11111111 kalau di desimal ditulis 255 tapi di hex ditulis ff atau 0xff
Dengan gambar mungkin bisa lebih dipahami.
Kita pakai prefix 2002:db8:abcd:dead::/64 di contoh ini. Prefix ini, 2001:db8::/32 memang dikhususkan untuk dokumentasi, tutorial, dsb. [3]
Keterangan gambar di bawah:
- Notasi Hex IPv6: Ini prefix IPv6 yang kita pakai untuk contoh.
- Nomor Hex: Nomor kolom karakter heksadesimal.
- Jumlah bit: Panjang bit di kolom hex ke sekian. Misal hex 2001, karena 2001 ada 4 kolom, panjang bit nya adalah 16, di notasi biner ditulis seperti ini 0010 0000 0000 0001. Paham? Jadi hex ke biner nya seperti ini 2=0010, 0=0000, 0=0000, 1=0001, satu hex sama dengan 4 bit biner.
Kalau sudah bisa dipahami, kita ambil contoh.
Network 2001:db8::/32, bagi ke jaringan kecil /34.
Dari sini ada beberapa istilah di bawah:
- Network: di contoh ini 2001:db8::/32 Ini network besarnya, artinya /32, bit dari 33 sampai 128 punya kita dan bisa diatur semau kita, sedangkan bit 1 sampai bit 32 bukan punya kita dan tidak bisa kita rubah.
- Sub network atau subnet: subnet ini cabang dari network. Di contoh ini /34
Lebih jelasnya seperti gambar di bawah:
Jadi subnetting itu membagi network ke sub network atau subnet.
Nah pertanyaan di subnetting kan biasanya, berapa jumlah subnet, apa saja subnet-nya, berapa jumlah host, dsb.
Baik, saya perkenalkan variabel lagi:
- Jumlah subnet (y): kita sebut saya jumlah subnet dengan y. Cara menghitungnya, 2 ^ (subnet - network). Di contoh ini network /32 dibagi ke subnet /34. Jadi 2 ^ 34-32 = 2 ^ 2 = 4. Lihat lagi gambar di atas, network /32 kalau dibagi ke /34, jadinya 4 subnet /34. Jadi y = 4.
- Jumlah host dalam subnet: Gampang, 2 ^ 128 - subnet. Di contoh berarti 2 ^ 128-34 = 2 ^ 94. Silakan dihitung berapa hasil 2 pangkat 94.
- Alamat subnet: Ini yang agak tricky. Untuk menghitung alamat subnetnya, kita perlu beberapa variabel.
- Nomor kolom hex (x). Kembali ke gambar pertama, x ini nomor kolom di bit subnet. Di contoh ini bit subnet 34, jadi x atau nomor kolom di kolom 9. Kenapa nomor 9? karena, ingat lagi satu hex = 4 bit biner, dan kolom nomor 9 ada 4 bit dari bit ke 33 sampai 36.
- Kelipatan subnet (z). z ini dipakai untuk menghitung subnet selanjutnya. Di contoh, /32 dibagi ke /34 dan hasilnya ada 4 subnet /34. Jadi untuk mengetahui subnet /34 pertama, /34 ke dua, ke tiga, dan ke empat, caranya nomor kolom (x) ditambah kelipatan subnet (z) sama dengan subnet berikutnya.
Perhatikan gambar di atas, jadi setiap kolom ada 4 bit, dan bit ini diberi nomor 1 sampai 4. Kalau bit subnet ada di nomor bit 1, maka kelipatan subnet berikutnya dengan menambahkan 8, z = 8, kalau di nomor 2, maka z = 4, nomor 3 z = 2 dan kalau di nomor 4 maka z = 1.
Jadi untuk menghitung subnet berikutnya nomor kolom (x) ditambah (z).
Di contoh ini, network 2001:db8::/32 dibagi ke subnet /34, kita bisa terapkan perhitungannya.
- x nomor kolom. /34 ada di kolom 9.
- y atau jumlah subnet = 4. 2 ^ 34-32 = 2 ^ 2 = 4.
- z kelipatan. /34 ada di nomor bit ke 2, jadi z = 4.
Jadi, tambahkan nomor kolom x (9) dengan kelipatan z (4) sampai jumlah subnet y sama dengan 4.
2001:0db8::/32
- 1. 2001:0db8:0000::/34 atau bisa ditulis 2001:db8::/34
- 2. 2001:0db8:4000::/34
- 3. 2001:0db8:8000::/34
- 4. 2001:0db8:c000::/34
Kita lanjut dengan contoh lain.
Contoh 1.
Diberikan network 2001:db8::/32, subnetting ke jaringan kecil /36. Berapa jumlah subnet, dan apa saja networknya?
- x nomor kolom. /36 ada di kolom 9.
- y atau jumlah subnet = 16. 2 ^ 36-32 = 2 ^ 4 = 16.
- z kelipatan. /36 ada di nomor bit ke 4, jadi z = 1.
Jadi, tambahkan nomor kolom x dengan kelipatan z sampai jumlah subnet y sama dengan 16.
Hitung dari kiri ke kanan, karakter ke 9 heksadesimal kita tambahkan dengan 1. Ulangi terus sampai jumlah subnet, atau y = 16.
========================
y subnet
========================
1 2001:0db8:0000::/36 atau bisa ditulis 2001:db8::/36
2 2001:0db8:1000::/36
3 2001:0db8:2000::/36
4 2001:0db8:3000::/36
5 2001:0db8:4000::/36
6 2001:0db8:5000::/36
7 2001:0db8:6000::/36
8 2001:0db8:7000::/36
9 2001:0db8:8000::/36
10 2001:0db8:9000::/36
11 2001:0db8:a000::/36
12 2001:0db8:b000::/36
13 2001:0db8:c000::/36
14 2001:0db8:d000::/36
15 2001:0db8:e000::/36
16 2001:0db8:f000::/36
Contoh 2.
Dari network 2001:db8:c000::/34, bagi ke dalam 3 jaringan kecil.
Bisa kah?
Tidak bisa, kita pelu ingat bahwa y, atau jumlah subnet adalah pangkat 2. Yaitu 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, dan seterusnya. Jadi membagi jaringan kedalam 3 jaringan kecil itu tidak bisa. Bisanya, kita ambil yang mendekati tapi tidak lebih kecil. Yang mendekati 3 tapi tidak lebih kecil dari 3 adalah 4, atau 22.
Jadi, kita akan bagi 2001:db8:c000::/34 kedalam 4 subnet kecil, atau y = 4.
network = 34
subnet = tidak diketahui
y = 4
Kita cari subnet dengan sedikit aljabar.
y = 2 ^ subnet - network
4 = 2 ^ subnet - 34
(subnet - 34) = akar 4
(subnet - 34) = 2
subnet = 34 + 2
subnet = 36
Jadi,
network = 34
subnet = 36
y = 4
- x nomor kolom. /36 ada di kolom 9.
- y atau jumlah subnet = 4. 2 ^ 36-34 = 2 ^ 2 = 4.
- z kelipatan. /36 ada di nomor bit ke 4, jadi z = 1.
Hitung dari kiri ke kanan, x atau karakter ke 9 heksadesimal kita tambahkan dengan 1, karena z = 1. Ulangi terus sampai y = 4.
======================
y subnet
======================
1 2001:0db8:c000::/36 atau bisa ditulis 2001:db8:c000::/36
2 2001:0db8:d000::/36
3 2001:0db8:e000::/36
4 2001:0db8:f000::/36
Contoh 3.
Di dalam network 2001:db8:e000::/36, berapa jumlah host yang ada di network tersebut, berapa alamat ip host pertama dan berapa alamat ip host terakhir?
Karena IPv6 sepanjang 128 bit, maka jumlah host untuk /36 adalah:
2 ^ 128-36
2 ^ 92
4.951.760.157.000.000.000.000.000.000
Saya tidak tahu bagaimana menyebut angka diatas.
Dalam network 2001:db8:e000::/36, host awal dan terakhir sbb:
host pertama : 2001:db8:e000:0000:0000:0000:0000:0001 atau bisa ditulis 2001:db8::1
host terakhir : 2001:db8:efff:ffff:ffff:ffff:ffff:ffff
Mengapa host terakhir 2001:db8:efff:ffff:ffff:ffff:ffff:ffff?
Karena alamat ini kalau ditambahkan 1 sudah masuk subnet /36 berikutnya yang alamat subnetnya 2002:db8:f000::/36, dan alamat host terakhir ini bukan alamat broadcast karena tidak ada broadcast di IPv6.
Contoh terakhir, contoh ke 4.
Bagi network 2001:db8:e000::/36 ke subnet /41.
Silahkan dihitung, kemudian bandingkan hasilnya dengan yang di bawah.
=======================
y Subnet
=======================
1 2001:0db8:e000::/41
2 2001:0db8:e080::/41
3 2001:0db8:e100::/41
4 2001:0db8:e180::/41
5 2001:0db8:e200::/41
6 2001:0db8:e280::/41
7 2001:0db8:e300::/41
8 2001:0db8:e380::/41
9 2001:0db8:e400::/41
10 2001:0db8:e480::/41
11 2001:0db8:e500::/41
12 2001:0db8:e580::/41
13 2001:0db8:e600::/41
14 2001:0db8:e680::/41
15 2001:0db8:e700::/41
16 2001:0db8:e780::/41
17 2001:0db8:e800::/41
18 2001:0db8:e880::/41
19 2001:0db8:e900::/41
20 2001:0db8:e980::/41
21 2001:0db8:ea00::/41
22 2001:0db8:ea80::/41
23 2001:0db8:eb00::/41
24 2001:0db8:eb80::/41
25 2001:0db8:ec00::/41
26 2001:0db8:ec80::/41
27 2001:0db8:ed00::/41
28 2001:0db8:ed80::/41
29 2001:0db8:ee00::/41
30 2001:0db8:ee80::/41
31 2001:0db8:ef00::/41
32 2001:0db8:ef80::/41
DAFTAR PUSTAKA
Meilinaeka. 2023. Subnetting : Kenali Pengertian, Mekanisme serta Fungsinya. https://it.telkomuniversity.ac.id/subnetting-kenali-pengertian-mekanisme-serta-fungsinya/. di akses pada 4 Agustus 2024 pukul 08:30 WIB
Kantinit. 2023. Subnetting: Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Contoh Perhitungan. https://kantinit.com/jaringan/subnetting-pengertian-tujuan-fungsi-dan-contoh-perhitungan/. di akses pada 4 Agustus 2024 pukul 08:40 WIB
Haekal, Mirza M. 2021. Apa Itu IPv6? Pengertian, Kelebihan, dan Contohnya [Terbaru]. https://www.niagahoster.co.id/blog/ipv6-adalah/. di akses pada 4 Agustus 2024 pukul 9:50 WIB




Komentar
Posting Komentar