Open System Interconnection (OSI) Model
A. Pengertian OSI
Menurut Aorinka Anendya (2023) OSI Layer adalah sebuah konsep yang menentukan standar komunikasi dalam suatu jaringan komputer. OSI Layer membuat perangkat, misalnya komputer, dapat berkomunikasi satu sama lain sesuai protokol. Dengan OSI Layer, pengguna bisa dengan mudah mengirimkan pesan dari perangkat satu ke perangkat lainnya, misalnya mengirimkan sebuah email.
Menurut Muhammad Robith Adani (2021) OSI adalah model referensi yang diciptakan dari sebuah kerangka yang bersifat konseptual. Namun, saat ini telah berkembang dan menjadi sebuah standarisasi khusus berkaitan dengan koneksi komputer. Tujuan dari pembuatan OSI Layer adalah menjadi model rujukan bagi setiap vendor atau developer sehingga produk atau perangkat lunak yang dibuat memiliki sifat interpolate.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa OSI Layer adalah sebuah konsep standar komunikasi dalam jaringan komputer yang memungkinkan perangkat, seperti komputer, untuk berkomunikasi satu sama lain menggunakan protokol tertentu. OSI Layer memudahkan pengiriman pesan antar perangkat, seperti mengirim email. Selain itu, OSI adalah model referensi konseptual yang telah berkembang menjadi standar khusus untuk koneksi komputer. Tujuan dari OSI Layer adalah untuk menjadi model rujukan bagi vendor dan developer agar produk atau perangkat lunak yang dibuat dapat saling beroperasi.
B. 7 Lapisan OSI Layer
1. Physical layer
Menurut Elga Aris Prastyo (2023) Physical layer merupakan lapisan ke tujuh dalam OSI layer yang berhubungan langsung dengan perangkat keras sehingga pemindahan bit data antar device berjalan lancar. Ada 5 media fisik jaringan yang memanfaatkan layer ke tujuh dalam OSI layer.
Menurut Ahmad Mundhofa (2020) Physical Layer Merupakan layer yang berhubungan dengan segala bentuk hubungan koneksi jaringan secara fisik, dimana kebanyakan berhubungan degngan perangkat keras sebuah jaringan komputer, seperti hub, switch, server, dan juga client. Fungsi utama dari layer physical ini adalah melakukan sinkronisasi dari bit data, mendefinisikan LAN Card, dan juga melakukan definisi struktur jaringan dan media transmisi jaringan.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa Physical Layer adalah lapisan dalam OSI Layer yang berhubungan langsung dengan perangkat keras jaringan komputer. Fungsi utama dari Physical Layer ini adalah memastikan pemindahan bit data antar perangkat berjalan lancar, melakukan sinkronisasi bit data, mendefinisikan LAN Card, serta menentukan struktur jaringan dan media transmisi. Lapisan ini mencakup perangkat keras seperti hub, switch, server, dan client, dan memainkan peran penting dalam koneksi fisik jaringan komputer.
2. Data link layer
Menurut Elly Santy (2024) Lapisan kedua dari OSI Layer adalah Data Link. Tugas dari lapisan ini adalah melakukan pemeriksaan adanya kesalahan dalam penyaluran transmisi pada bit data. Biasanya kesalahan menyalurkan transmisi terdahap bit data riskan terjadi pada layer pertama. Oleh sebab itu, lapisan ini bertugas untuk melakukan koreksi kesalahan, pengalamatan perangkat keras untuk MAC address serta mengelola flow control.
Menurut Khaerul Bahri (2017) Data Link Layer berfungsi untuk menentukan bagaimana bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut frame. Selain itu, pada tingkat ini terdapat koreksi kesalahan, flow control, pengamatan perangkat keras (seperti MAC Address) dan menentukan bagaimana perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater dan switch layer 2 beroperasi.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa Data Link Layer adalah lapisan kedua dalam OSI Layer yang bertugas melakukan pemeriksaan dan koreksi kesalahan dalam penyaluran transmisi bit data. Lapisan ini penting untuk menangani kesalahan yang mungkin terjadi pada Physical Layer. Selain itu, Data Link Layer juga mengelola pengalamatan perangkat keras dengan menggunakan MAC Address dan mengatur flow control.
3. Network layer
Menurut Khaerul Bahri (2017) Network Layer berfungsi untuk menentukan alamat IP, membuat header untuk paket-paket yang kemudian melakukan routing melalui internet working dengan menggunakan router dan switch.
Menurut Aorinka Anendya (2023) Network Layer bertugas untuk mendefinisikan IP address sehingga setiap komputer dapat saling terkoneksi dalam sebuah jaringan. Kemudian fungsi berikutnya adalah membagi data menjadi beberapa paket lalu mengembalikannya setelah data berhasil diterima.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa Network Layer adalah lapisan dalam OSI Layer yang berfungsi untuk mendefinisikan dan mengelola alamat IP, sehingga setiap komputer dapat saling terkoneksi dalam sebuah jaringan. Lapisan ini juga bertugas membuat header untuk paket data dan melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan perangkat seperti router dan switch. Selain itu, Network Layer membagi data menjadi beberapa paket untuk dikirimkan, dan kemudian mengembalikannya setelah data berhasil diterima.
4. Transport layer
Menurut Aorinka Anendya (2023) Transport layer berperan sebagai penanggung jawab kiriman pesan antara dua perangkat, mengambil data dari lapisan sebelumnya dan meneruskannya ke lapisan berikutnya, sekaligus memastikan bahwa data tersampaikan dengan baik.
Menurut Khaerul Bahri (2017) Transport Layer berfungsi untuk membagi data ke dalam paket-paket data dan memberikan semua paket sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Lapisan ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa Transport Layer adalah lapisan dalam OSI Layer yang bertanggung jawab atas pengiriman pesan antara dua perangkat. Lapisan ini mengambil data dari lapisan sebelumnya dan meneruskannya ke lapisan berikutnya, memastikan bahwa data tersampaikan dengan baik. Fungsi lainnya adalah membagi data ke dalam paket-paket data dan memastikan semua paket dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima.
5. Session layer
Menurut Elly Santi (2024) Session Layer adalah Layer ke-lima yang mempunyai fungsi untuk mengarahkan dialog serta mengelola koneksi sebuah perangkat komputer. Di samping itu, layer ini juga dapat melakukan pemutusan sambungan koneksi internet pada sebuah perangkat. Beberapa protokol di layer ini adalah RTP, NFS, dan SMB.
Menurut Khaerul Bahri (2017) Session Layer berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara atau dihentikan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa Session Layer adalah lapisan kelima dalam OSI Layer yang berfungsi untuk mengarahkan dialog dan mengelola koneksi sebuah perangkat komputer. Fungsi utamanya adalah menentukan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihentikan. Lapisan ini juga bertanggung jawab untuk pemutusan sambungan koneksi internet pada perangkat dan melakukan resolusi nama. Beberapa protokol yang bekerja pada lapisan ini antara lain RTP, NFS, dan SMB.
6. Presentation layer
Menurut Aorinka Anendya (2023) Presentation layer berfungsi untuk mengidentifikasi sintaks yang dipakai host jaringan untuk berkomunikasi. Lapisan ini akan memberi enkripsi serta deskripsi data yang nantinya akan dipakai dalam application layer. Pada lapisan ini, data akan terenkripsi dan dekripsi otomatis melalui sistem. Beberapa protokol di lapisan ini seperti MIME, TLS, SSL, dan lainnya.
Menurut Elly Santi (2024) Presentation layer adalah untuk mengidentifikasi sintaks sebuah host jaringan. Tujuannya adalah untuk menentukan alamat penerima. Layer Presentation menyediakan enkripsi data yang juga akan digunakan pada layer Application.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa Presentation Layer adalah lapisan dalam OSI Layer yang berfungsi untuk mengidentifikasi sintaks yang digunakan oleh host jaringan untuk berkomunikasi. Lapisan ini menyediakan enkripsi dan dekripsi data yang akan digunakan di Application Layer. Data yang melewati lapisan ini akan dienkripsi dan didekripsi secara otomatis oleh sistem. Selain itu, lapisan ini menentukan alamat penerima. Beberapa protokol yang bekerja pada lapisan ini termasuk MIME, TLS, dan SSL.
7. Application layer
Menurut Khaerul Bahri (2017) Application Layer adalah Lapisan yang berada paling atas ini bertanggung jawab dalam ruang lingkup spesifikasi pada aplikasi yang berinteraksi dengan jaringan serta menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Lapisan ini bertanggung jawab untuk pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail dan layanan lain yang berjalan di jaringan.
Menurut Aorinka Anendya (2023) Pada layer paling atas terdapat application layer, di lapisan ini terjadinya interaksi pengguna dengan aplikasi yang menggunakan fungsionalitas jaringan. Beberapa contoh protokol yang ada di layer ini seperti HTTP, SMTP, dan protokol lain.
Dari kedua pendapat tersebut dapa di simpulkan bahwa Application Layer adalah lapisan tertinggi dalam OSI Layer yang bertanggung jawab atas spesifikasi aplikasi yang berinteraksi dengan jaringan dan menyediakan layanan untuk aplikasi pengguna. Lapisan ini mengelola pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail dan layanan lain yang berjalan di jaringan. Di lapisan ini, terjadi interaksi langsung antara pengguna dan aplikasi yang menggunakan fungsionalitas jaringan.
C.Perangkat Pada OSI Layer
1.Physical layer
Menurut Iswara Suwan D (2017) Perangkatnya yang di gunakan Hubs, NIC (Layers 1 & 2), Media: Coax, Fiber, Twisted Pair, Wireless
Menurut Salman Syahid (2022) Perangkat yang digunakan Hubs, Repeaters, Cables, Fibers, Wireless.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa Perangkat yang di gunakan Physical Layer Adalah Hubs, NIC, Coax, Fiber, Twisted Pair, Wireless, Repeater, Cables.
2. Data link layer
Menurut Iswara Suwan D (2017) Contoh perangkatnya adalah Bridges, Switches, NIC (Layers 1 & 2).
Menurut Salman Syahid (2022) Perangkat yang digunakan Bridges, Modems, Network cards, 2-layer switches.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa Perangkat yang gunakan pada Datalink Layer adalah Bridges, switches, NIC, Modems, Network Cards.
3.Network layer
Menurut Iswara Suwan D (2017) Contoh Perangkat yang di gunakan pada Network layer : Router.
Menurut Salman Syahid (2022) Perangkat yang digunakan Routers, Brouters, 3-layer switches.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa perangkat yang di gunakan pada Network Layer adalah Router, Brouters, 3 Layer Switches.
4.Transport layer
Menurut Salman Syahid (2022) Perangkat yang digunakan Gateway, Firewall.
Menurut Vinitha Sree Bollu (2019) Transpor Layer: Gateway, Firewall.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa perangkat yang di gunakan pada Transport Layer adalah Gateway, Firewal.
5.Session Layer
Menurut Salman Syahid (2022) Perangkat yang digunakan Gateway, Firewall, PC.
Menurut Vinitha Sree Bollu (2019) Sesional Layer : Gateway, Firewall, PC.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa perangkat yang di gunakan pada Session Layer adalah Gateway, Firewall, Pc.
6.Presentation Layer
Menurut Salman Syahid (2022) Perangkat yang digunakan Gateway, Firewall, PC.
Menurut Vinitha Sree Bollu (2019) Presentation Layer : Gateway, Firewall, PC.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa perangkat yang di gunakan pada Presentation Layer adalah Gateway, Firewall, Pc.
7.Application Layer
Menurut Iswara Suwan D (2017) Contoh perangkat pada layer ini : Hosts, PC, Servers, Mobile Phones
Menurut Salman Syahid (2022) Perangkat yang digunakan Gateway, Firewall, semua perangkat akhir seperti PC, Telepon, Server.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa perangkat yang di gunakan pada Application Layer adalah Host, PC, Servers, Mobile Phones, Gateway, Firewal.
D.Protocol Pada OSI Layer
1.Physical layer
Menurut Iswara Suwan D (2017) Protocol pada layer physic adalah Organizations: IEE, TIA/ETA, ANSI, etc.Cable (ie. RJ45).
Menurut Meilinika Eka Ayuningtyas (2023) Protocol pada layer physic adalah RS.232, V.35, V.34, L430, L.431, T1, E1, 10BASE-T, 100BASE-TX, POTS, SONET, DSL, 802.11a/b/g/n PHY, Hub, Repeater, Fibre, Optics
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa Protocol pada layer physic adalah RS.232, V.35, V.34, L430, L.431, T1, E1, 10BASE-T, 100BASE-TX, POTS, SONET, DSL, 802.11a/b/g/n PHY, Hub, Repeater, Fibre, Optics, IEE, TIA/ETA, ANSI, RJ45.
2.Datalink layer
Menurut Iswara Suwan D (2017) Protocol yang ada pada DataLink layer ini adalah LLC dan MAC.
Menurut Meilinika Eka Ayuningtyas (2023) Protocol yang ada pada DataLink layer ini adalah 802.3 (Ethernet) 802.11 a/b/g/n MAC/LLC, 802.1Q (VLAN), ATM, CDP, HDP, FDDI, Fibre Channel Frame Relay, SDLC, HDLC, ISL, PPP Q.921, Token Ring
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa Protocol yang ada pada DataLink layer ini adalah 802.3 (Ethernet) 802.11 a/b/g/n MAC/LLC, 802.1Q (VLAN), ATM, CDP, HDP, FDDI, Fibre Channel Frame Relay, SDLC, HDLC, ISL, PPP Q.921, Token Ring.
3.Network Layer
Menurut Iswara Suwan D (2017) Protocol yang di gunakan pada network layer ini yaitu : Routing.
Menurut Meilinika Eka Ayuningtyas (2023) Protocol yang di gunakan pada network layer ini yaitu IP, ICMP, IPSec, ARP. RIP, IGRP, BGP, QSPF, NBF, Q.931
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa Protocol yang di gunakan pada network layer ini yaitu IP, ICMP, IPSec, ARP. RIP, IGRP, BGP, QSPF, NBF, Q.931, Routing.
4.Transport Layer
Menurut Iswara Suwan D (2017) Protocol yang ada pada layer Transport adalah Connection Oriented (TCP), Connectionless (UDP).
Menurut Meilinika Eka Ayuningtyas (2023) Protocol yang ada pada layer Transport adalah TCP, SPX, UDP, SCTP, IPX
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa Protocol yang ada pada layer Transport adalah Connection Oriented (TCP), Connectionless (UDP), SPX, SCTP, IPX.
5.Session Layer
Menurut Iswara Suwan D (2017) Protocol layer Session adalah NFS (Network File System), RPC (Remote Procedure Call), ASP (Appletalk Session Protocol).
Menurut Meilinika Eka Ayuningtyas (2023) Protocol layer Session adalah SQL, X Windows, DNS, NetBIOS, ASP, SCP, OS Scheduling, RPC, NFS, ZIP.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa Protocol layer Session adalah NFS (Network File System), RPC (Remote Procedure Call), ASP (Appletalk Session Protocol), SQL, X Windows, DNS, NetBIOS, SCP, OS Scheduling, ZIP.
6.Presentation Layer
Menurut Iswara Suwan D (2017) Protocol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak director (redictor Software). Seperti llayanan worksatation (dalam Windows NT) dan juga Network Shell ( semacam Virtual Network Computing) (VNC) atau Remote Dekstop Protocol (RDP).
Menurut Meilinika Eka Ayuningtyas (2023) Protocol yang berada dalam level ini adalah TDI, ASCII, EBCDIC, MIDI, MPEG, ASCII7
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa Protocol yang berada digunakan adalah perangkat lunak director (redictor Software), TDI, ASCII, EBCDIC, MIDI, MPEG, ASCII7.
7.Application Layer
Menurut Iswara Suwan D (2017) Protocol yang ada pada layer Application adalah HTTP, FTP, SMTP, POP, DNS, Telnet.
Menurut Meilinika Eka Ayuningtyas (2023) Protocol yang ada pada layer Application adalah NNTP, H7, Modbus, SIP, SSI, DHCP, FTP, Gopher, HTTP, NFS, NTP. RTP, SMPP, SMTP, Telnet.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa protokol yang di gunakan pada Application layer adalah HTTP, FTP, SMTP, POP, DNS, TELNET, NNTP, H7, Modbus, SIP, SSI, DHCP, Gopher, NFS, NTP, RTP.
E.Pemanfaatan Model OSI Untuk Teknisi Jaringan Komputer
Menurut Unknown (2019) Manfaat 7 OSI Layer :
Upper Layer
Berkaitan dengan user interface, data formatting, dan communication sessions
1. Application
Network process to application
Menyediakan service access terhadap jaringan melalui app interface.
2. Presentation
Data representation & encryption
Berkaitan dengan translasi informasi menjadi beberapa format data.
3. Session
Interhost communication
Untuk mengatur suatu sesi komunikasi yang meliputi kapan memulai, menjaga serta mengakhiri suatu komunikasi.
Lower Layer
Berkaitan dengan bagaimana data mengalir.
4. Transport
End to End connections and reliability
Menyediakan end to end communication protocol
5. Network
Path determination & logical addressingMenentukan rute yang akan dilalui oleh data, dengan menyediakan logical addressing
6. Data link
Physical addressing
Mengatur pengalamatan fisik
7. Physical
Media, Signal and binary transmission
Membawa bit-bit data melalui media transisi.
Menurut Iswara Suwan D (2017) Manfaat OSI Layer :
1. Application
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan. Mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan.
2. Presentation
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi kedalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
3. Session
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara atau di hancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4. Transport
Berfungsi untuk memecahkan data kedalam paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan yang telah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement) dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.
5. Network
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat Header untuk paket-paket dan kemudian melakukan routing melalui internet-working dengan menggunakan router dan switch layer 3.
6. Data link
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras( seperti halnya di Media Access Control Address ( MAC Address), dan menetukan bagaimna perangkat perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater dan switch layer 2 beroperasi.
7. Physical
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau token Ring), topologi jaringan dan pengkabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Networl Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
Dari kedua pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa fungsi dari masing-masing lapisan dalam model OSI, dengan fokus pada bagaimana lapisan atas (Application, Presentation, Session) berkaitan dengan antarmuka aplikasi, representasi data, dan pengelolaan sesi komunikasi, serta lapisan bawah (Transport, Network, Data Link, Physical) yang berhubungan dengan aliran data, pengalamatan, pengiriman data fisik, dan interaksi perangkat keras jaringan.
DAFTAR PUSTAKA
Anendya, Aorinka. 2023. Pengertian OSI. https://www.dewaweb.com/blog/pengertian-osi-layer/ di akses pada 28 Juli 2024 pukul 09:00 WIB
Adani, Muhammad Robith. 2021. Pengertian OSI. https://www.sekawanmedia.co.id/blog/pengertian-dan-7-osi-layer/ di akses pada 28 Juli 2024 pukul 09:05 WIB
Prastyo, Elga Aris. 2023. 7 Lapisan OSI Layer : Physical Layer. https://www.arduinoindonesia.id/2023/06/physical-layer-pengertian-dan-fungsinya.html di akses pada 28 Juli 2024 pukul 09:40 WIB
.png)
Komentar
Posting Komentar